Proteinuria, kondisi dimana terdapat protein Dalam Air Kencing!

Inmalay blog -Protein sangat penting untuk pertumbuhan dan fungsi tubuh, dan pembentukan otot. Molekul protein relatif lebih besar dan karenanya tidak bisa melewati glomerulus di ginjal. Dengan demikian mereka ditahan di dalam darah ketika bahan limbah dan zat beracun disaring oleh ginjal. Lalu bagaimana protein muncul dalam urin? Apa protein tinggi dalam urin? Berikut ini adalah penjelasan singkat kondisi yang disebut ‘proteinuria’.

Seseorang dapat memiliki 10 mg protein dalam setiap 100 ml urin. Konsentrasi protein 24 jam harus kurang dari 150 mg. Adanya protein lebih banyak dalam urin, lebih dari nilai di atas, menunjukkan bahwa orang tersebut memiliki proteinuria. Albumin adalah protein yang ada dalam darah manusia dalam jumlah besar. Jadi dalam kasus proteinuria, deteksi jumlah albumin yang lebih tinggi dalam urin, sangat umum terjadi.

Pada mulanya, proteinuria tidak memberikan gejala apa pun. Ada kemungkinan bahwa urin yang terkumpul di siang hari memiliki protein yang sangat sedikit namun urin yang terkumpul di malam hari menunjukkan peningkatan kadar protein. Hal ini dapat disebabkan oleh kondisi yang disebut proteinuria ortostatik dan biasanya asimtomatik. Baca Juga : http://www.melayupost.info/2016/12/3-punca-kecing-berdarah.html

Seseorang umumnya mengetahui tentang proteinuria hanya setelah tes dilakukan untuk mengetahui beberapa emeriksaan untuk tujuan lain. Seperti dijelaskan di atas, proteinuria terutama menunjukkan bahwa struktur glomeruli rusak karena beberapa jenis infeksi, penyakit ginjal atau kelainan. Jika tidak terdeteksi pada tahap awal, gejala seperti pembengkakan pada kaki, wajah (karena retensi air atau edema), urine busa terlihat. Kelalaian pada tahap awal bisa berakibat pada situasi serius seperti gagal ginjal. Proteinuria selama kehamilan menunjukkan preeklampsia, yang bila tidak segera diobati, dapat terbukti berbahaya bagi bayi dan ibu.

Leave a Reply