Cara Merawat Bakalan Prenjak Kepala Merah yang Baik

Prenjak atau yang kita kenal juga dengan ciblek merupakan jenis burung kecil yang dapat kita temukan dengan mudah di lingkungan sekitar. Dulu burung prenjak dimasukan dalam kelompok Sylviidae, namun menurut data terbaru dari uji DNA terakhir golongan tersebut dipecah kekerabatannya menjadi dua, yaitu Cisticolidae dan Sylviidae (part).

Burung perenjak ini memiliki ciri tubuh yang mungil, bahkan panjang tubuh totalnya hanya sekitar 13 cm di ukur dari ujung ekor hingga ujung paruh. Kebanyakan burung prenjak memiliki wana hijau zaitun atau kekuning-kuningan serta kecoklatan di punggung.

Burung prejak sering kali berbunyi tiba-tiba dan berisik. Ciri khas suara prenjak sangat nyaring dan resik. Habitat yang paling disukai oleh burung prenjak yaitu tempat terbuka seperti semak belukar, pekarangan, kebun, padang ilalang, tepi hutan, dll.

Makanan utama burung prenjak yaitu serangga kecil seperti belalang, ulat daun, capung dan serangga kecil lainnya. Untuk sarang perenjak sendiri sering dijumpai di ruput ilalang dan semak belukar.

Di daerah jawa, burung prenjak kerap dijadikan sebagai tanda akan hadirnya tamu dari jauh. Jadi kalau ada suara prenjak di sekitar rumah mitos nya akan ada kerabat atau tamu dari jauh datang kerumah.

Burung Prenjak memiliki banyak jenis dan salah satunya yaitu Prenjak Kepala Merah. Nah, untuk artikel kali ini kita akan membahas cara merawat Prenjak Kepala Merah yang masih bakalan.

Cara merawat prenjak kepala merah

Cara Merawat Bakalan Prenjak Kepala Merah

Pada dasarnya cara merawat burung yang masih bakalan itu sama, hanya sedikit yang membedakan.

Jika kita membeli bakalan burung muda yang ditangkap dari hutan, burung tersebut akan cenderung menabrak-nabrak jeruji sangkar bahkan ia tidak mau makan karena stres dilingkungan baru.

Untuk mengatasi hal ini, teman-teman bisa menutup sisi samping sangkar, belakang dan juga bagian atas sangkar dengan kain atau kertas koran dan biarkan bagian depan terbuka (sisi pintu sangkar).

Dengan kondisi sangkar seperti itu burung prenjak tidak akan menabrak jeruji sangkar lagi. Selain itu lebih baik burung jangan ditaruh di keramaian supaya lebih tenang.

Jika burung sudah lebih tenang jangan lupa berikan ulat hongkong pada pagi hari 10  ualt, siang 10 ulat dan sore 10 ulat. Selain memberikan ulat, teman-teman juga bisa memberikan kroto satu sendok teh pada pagi hari, siang hari dan juga sore. Lakukan hal tersebut setidaknya 1 minggu.

Setelah berjalan satu minggu, langkah selanjutnya yaitu melatihnya makan voer.

Untuk melatih burung prenjak makan voer, paling cepat melatih burung prenjak makan voer yaitu dengan menyediakan kroto dan potongan ulat hongkong serta berikan sedikit voer halus ( kenapa voer halus? suapaya menempel pada kroto dan ulat yang sudah di potong).

Lakukan hal tersebut sampai burung prenjak mau makan voer. Biasanya hanya membutuhkan waktu 5 hari hingga seminggu supaya makan voer total. Namun kalau bisa 2 hari sekali atau pagusnya setiap pagi burung diberi makan makanan alaminya seperti ulat dan juga kroto supaya tetap sehat. Nah, itulah sedikit tips merawat burung prenjak bakalan, untuk tips yang lebih lengkap silahkan simak di pawangkicau.com yang memberikan banyak tips menarik tentang burung.

Leave a Reply