54 Manfaat Jahe yang Aman untuk Kesehatan  

Setiap ibu yang selalu memasak harus sangat akrab dengan jahe. Selain itu jahe memiliki rasa dan rasa, juga digunakan sebagai obat. Biasanya, jahe sudah biasa digunakan jual obat herbal termurah dan terlengkap sebagai bumbu dan sebagai obat. Rasa jahe yang dominan adalah jahe pedas karena mengandung senyawa Keton yang diberi nama Zingeron.

Jahe bisa digunakan untuk menghangatkan tubuh kita. Apalagi saat cuaca dingin atau hujan terus menerus, sangat cocok untuk mengonsumsi jahe sehingga tubuh menjadi lebih hangat. Jahe juga sering dijadikan minuman yang bisa digunakan untuk menghangatkan tubuh (Baca: Manfaat kesehatan dari bir jahe yang difermentasi)

Jahe memiliki beberapa nama yang biasanya dibedakan dengan warna dan ukuran. Ada jahe putih / kuning besar, jahe putih / kuning kecil, dan jahe merah. Meski memiliki banyak nama berdasarkan warna dan ukuran, kandungan umum jahe sama.

Umumnya, tiga jenis jahe mengandung: pati, minyak atsiri, serat, sejumlah kecil protein, vitamin, mineral, dan enzim yang disebut Proteolytic Zingibain. Jahe kering memiliki kandungan air 7-12%, minyak esensial 1-3%, resin oleo 5-10%, 50-55% pati dan sejumlah kecil protein, serat, lemak sampai 7%.

Dari unsur kimia, komponen utama jahe segar adalah senyawa fenol homolog yang dikenal dengan Gingerol Ketone. Gingerol sangat tidak stabil dengan adanya panas dan pada suhu tinggi yang akan mengubahnya menjadi shogaol. Shogaol lebih pedas daripada Gingerol dan merupakan komponen utama jahe kering.

Sifat spesifik jahe disebabkan oleh minyak atsiri dan oleoresin jahe. Sedangkan aroma harum jahe disebabkan oleh minyak esensial, oleoresin sekaligus menyebabkan rasa pedas.

Manfaat Jahe Berbasis Nutrisi

Menurut penelitian Hernani dan Hayani, jahe merah memiliki;

Kandungan pati (52,9%),
Minyak atsiri (3,9%) dan
Ekstrak larut alkohol (9,93%) lebih tinggi dari pada Emprit jahe (41,48, 3, 5, dan 7,29%) dan jahe gajah (44,25, 2,5 dan 5,81%).
Nilai gizi 100 gram jahe kering;

Kandungan air 15% memiliki komposisi 7,2-8,7 g,
Dat 5.5 sampai 7,3 g,
2,5 sampai 5,7 gram abu,
Besi (9,41 mg),
Kalsium (104,02 mg)
Dan fosfor (204,75 mg).
Komposisi kimia jahe dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk waktu panen, lingkungan (ketinggian, curah hujan, tipe tanah), keadaan rimpang (segar atau kering) dan geografi. Rasa pedas dari jahe jahe segar berasal dari kelompok senyawa, yaitu turunan fenol.

Tumpahan / komponen tertinggi jaheol adalah 6-gingerol. Rasa pedas dari senyawa jahe kering berasal dari shogaol, yang merupakan hasil dehidrasi gingerol. Di Indonesia, senyawa jahe merah yang ditemukan adalah gingerol dan shogaol. Komponen kimia utama dari rasanya adalah keton aromatik pedas yang disebut gingerol yang terdiri dari 6, 8 dan 10 gingerol.

Jahe kering memiliki kandungan air 7-12%, minyak esensial 1-3%, oleoresin 5-10%, 50-55% pati dan sejumlah kecil protein, serat, lemak sampai 7%. Aroma jahe sangat bergantung pada kandungan minyak atsiri (1-3%).
Variasi komponen kimia dalam minyak esensial jahe tidak hanya karena keragamannya, namun kondisi iklim aggro (iklim, musim, geografis) lingkungan, laju penuaan, adaptasi metabolit dari tumbuhan, kondisi distilasi dan bagian juga dianalisis.

Beberapa komponen kimia jahe, seperti gingerol, shogaol dan zingerone yang memberikan efek farmakologis dan fisiologis seperti antiinflamasi, antioksidan, anti karsinogenik, analgesik, tidak beracun dan non-mutagen meski pada konsentrasi tinggi. Minyak dalam ekstrak mengandung seskuiterpen, terutama zingiberen, monoterpen dan teroksidasi.

Oleoresin jahe mengandung lemak, wax, karbohidrat, vitamin dan mineral. Oleoresin memberikan aroma pedas yang berkisar antara 4-7% dan memiliki potensi tinggi sebagai antioksidan. Pengolahan terutama digunakan, pemanasan ternyata lebih rendah tingkat 6 gingerol.

Hasil penelitian Puengphian dan Sirichote menunjukkan bahwa jahe segar (kadar air 94%), 17% di antaranya memiliki kandungan jaheol 21,15 mg / g. Pengeringan pada suhu 55 ± 2 ° C selama 11 jam untuk menghasilkan kadar air 11,54 ± 0,29% dengan kadar gingerol tinggi 18,81 mg / g.

Isi dalam jahe ini memiliki manfaat untuk:

1. Kandungan Jahe Berguna sebagai Terapi

Pada minuman jahe, biasanya kita ingin menghirup uap keluar. Aroma jahe ini biasanya memberi efek menenangkan karena memiliki kandungan minyak esensial alami.

Minyak atsiri yang memiliki aroma menenangkan bisa digunakan untuk mengatasi beberapa keluhan seperti insomnia, demam, mual, sakit kepala, pikiran Anda menjadi lebih rileks, dan gelisah. Makanya beberapa orang saat berada dalam suasana hati yang buruk, sering mengkonsumsi minuman jahe untuk mendapatkan efek relaksasi.

Leave a Reply